Search This Blog

Wednesday, March 2, 2016

Mendeteksi Kesombongan

Seorang pria yg bertamu di rumah Sang Kiyai tertegun keheranan. Dia melihat Sang Kiyai sedang sibuk bekerja sendiri menyikat lantai rumahnya sampai bersih.

Pria itu bertanya:
“Apa yg sedang Anda lakukan Pak Kiyai ?”.

Pak Kiyai menjawab:
“Tadi saya kedatangan tamu yg meminta nasehat. Saya berikan banyak nasehat yang bermanfaat. Namun, setelah tamu itu pulang saya merasa jadi orang hebat.
Kesombongan saya mulai muncul, karena itu, saya lakukan pekerjaan ini untuk membunuh perasaan sombong.”

Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, benih~benihnya kerap muncul tanpa kita sadari.

Di tingkat pertama:
Sombong disebabkan oleh faktor materi, di mana kita merasa:
~ Lebih kaya,
~ Lebih rupawan, dan
~ Lebih terhormat daripada orang lain.

Di tingkat kedua:
Sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan, kita merasa:
~ Lebih pintar,
~ Lebih kompeten, yang paling benar, dan
~ Lebih berwawasan dibandingkan orang lain.

Di tingkat ketiga:
Sombong disebabkan oleh faktor kebaikan, kita sering menganggap diri:
~ Lebih bermoral,
~ Lebih pemurah, dan
~ Lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik....,
Semakin tinggi tingkat kesombongan kita, semakin sulit pula kita mendeteksinya.

Sombong karena materi mudah terlihat,  namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih~benih halus di dalam batin kita.

Cobalah setiap hari, kita introspeksi diri kita karena setiap hal yang baik dan yang bisa kita lakukan, semua adalah karena "anugerah Allah"..!!

Kesombongan hanya akan membawa kita pada kejatuhan yang mendalam.

Tetap bersabar, rendah hati, sebab kadang orang yang kita hadapi ternyata lebih hebat dari kita.

Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang terhindar dari kesombongan dan termasuk dalam orang-orang yang bersabar dan rendah hati.⁠⁠
_____

Reposted from WA with spelling corrections.

No comments: