Rasulullah saw bersabda “Allah Yang Maha Agung turun tiap-tiap malam ke langit – langit dunia di sepertiga malam yang terakhir seraya berkata, "Barang siapa yang memohon pada-Ku niscaya Ku-beri, dan barang siapa yang meminta ampun kepada-Ku, niscaya Ku-ampuni “ ( HR.Bukhari – Muslim ).
Diantara sahabat bertanya kepada Rasulullah saw “ Doa apakah yang cepat dikabulkan ? “. Beliau saw menjawab “ Doa pada akhir malam dan setelah salat fardhu “ ( HR.Turmuzi dari Abu Umamah ). Sejarah mencatat ketika keluarga nabi Luth diselamatkan dari murka Allah adalah diwaktu malam sebelum fajar menyingsing “ ( Al Qamar 34 ).
Dari Amr bin Abasah ra , bahwa Rasulullah saw bersabda “ Waktu yang paling dekat antara Tuhan dan hamba-Nya adalah di tengah malam yang akhir, maka jika anda mampu termasuk orang yang mengingat Allah di waktu itu, kerjakanlah “ ( HR.Tirmizi - Nasai dan Al Hakim ).
Abu Muslim bertanya kepada Abu Dzar Al Ghifari “ Di waktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan salat malam ? “. Abu Dzar menjawab “ Aku telah bertanya kepada Rasulullah saw sebagaimana yang engkau tanyakan kepadaku ini, Rasulullah saw bersabda “ Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya“
( HR.Ahmad ).
Hadits lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah berbunyi “Waktu yang paling baik adalah pertengahan malam yang akhir (menjelang subuh )
Rasulullah saw juga menerangkan “Tidak ada seorang muslim yang melewati malam dengan mengingat Allah swt dalam keadaan suci, kemudian ia bangun tengah malam, lalu bermohon kebaikan dalam urusan dunia dan akhirat kepada Allah, pasti ia akan mendapatkan permohonannya itu“ (HR.Abu Daud – Nasai dari Mu’adz bin Jabal ra).
Muhammad bin Al Munkadir bercerita “Pada suatu malam aku menuju mimbar ini (masjid Nabawi ), Aku shalat dan berdoa di penghujung malam. Lalu datang seseorang berada disebelahku, Ia shalat dan berdoa, “Ya Tuhanku, kemarau telah menyengsarakan hamba-Mu aku berdoa kepada-Mu agar Engkau memberi air minum kepada mereka“. Tidak lama kemudian, hujan turun dengan lebat.
Dalam kesempatan lain Rasulullah saw menerangkan “Ada 3 orang yang dicintai Allah dan Allah tersenyum kepada mereka serta gembira dengan sikap mereka itu, yaitu:
📌 Pertama, Orang yang ketika terjadi terror yang disebabkan sekelompok pembunuh dan ia berani menghadapinya sendiri karena Allah, bisa jadi ia terbunuh atau ditolong dan dicukupi Allah, maka Allah akan berfirman kepada para malaikat, "lihatlah hamb-Ku ini, sungguh dia sangat bersabar".
📌Kedua, Orang yang memiliki isteri yang cantik tetapi dia lebih memilih untuk shalat (berdoa ) di tengah malam, maka Allah akan berfirman "ia menundukkan syahwatnya dan memilih untuk berzikir kepada-Ku padahal ia berkesempatan untuk menikmati tempat tidur yang indah.
📌 Ketiga, Orang yang dalam pejalanan dan ia membawa sanggurdi, tetapi dia memilih tidak tidur, lalu ia tidur sebentar kemudian bangun pada bagian akhir malamnya dengan penuh kegembiraan “ (HR.Thabrani )
Thariq bin Shihab berkata “Aku mendatangi Salman Al Farisi dan berkata, ‘ Aku melihat bagaimana caranya melakukan qiyamul lail. Dia tidur sampai sepertiga malam kemudian ia melakukan qiyamul lail dua pertiga malam sisanya.”
Wallahu 'alam
Diantara sahabat bertanya kepada Rasulullah saw “ Doa apakah yang cepat dikabulkan ? “. Beliau saw menjawab “ Doa pada akhir malam dan setelah salat fardhu “ ( HR.Turmuzi dari Abu Umamah ). Sejarah mencatat ketika keluarga nabi Luth diselamatkan dari murka Allah adalah diwaktu malam sebelum fajar menyingsing “ ( Al Qamar 34 ).
Dari Amr bin Abasah ra , bahwa Rasulullah saw bersabda “ Waktu yang paling dekat antara Tuhan dan hamba-Nya adalah di tengah malam yang akhir, maka jika anda mampu termasuk orang yang mengingat Allah di waktu itu, kerjakanlah “ ( HR.Tirmizi - Nasai dan Al Hakim ).
Abu Muslim bertanya kepada Abu Dzar Al Ghifari “ Di waktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan salat malam ? “. Abu Dzar menjawab “ Aku telah bertanya kepada Rasulullah saw sebagaimana yang engkau tanyakan kepadaku ini, Rasulullah saw bersabda “ Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya“
( HR.Ahmad ).
Hadits lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah berbunyi “Waktu yang paling baik adalah pertengahan malam yang akhir (menjelang subuh )
Rasulullah saw juga menerangkan “Tidak ada seorang muslim yang melewati malam dengan mengingat Allah swt dalam keadaan suci, kemudian ia bangun tengah malam, lalu bermohon kebaikan dalam urusan dunia dan akhirat kepada Allah, pasti ia akan mendapatkan permohonannya itu“ (HR.Abu Daud – Nasai dari Mu’adz bin Jabal ra).
Muhammad bin Al Munkadir bercerita “Pada suatu malam aku menuju mimbar ini (masjid Nabawi ), Aku shalat dan berdoa di penghujung malam. Lalu datang seseorang berada disebelahku, Ia shalat dan berdoa, “Ya Tuhanku, kemarau telah menyengsarakan hamba-Mu aku berdoa kepada-Mu agar Engkau memberi air minum kepada mereka“. Tidak lama kemudian, hujan turun dengan lebat.
Dalam kesempatan lain Rasulullah saw menerangkan “Ada 3 orang yang dicintai Allah dan Allah tersenyum kepada mereka serta gembira dengan sikap mereka itu, yaitu:
📌 Pertama, Orang yang ketika terjadi terror yang disebabkan sekelompok pembunuh dan ia berani menghadapinya sendiri karena Allah, bisa jadi ia terbunuh atau ditolong dan dicukupi Allah, maka Allah akan berfirman kepada para malaikat, "lihatlah hamb-Ku ini, sungguh dia sangat bersabar".
📌Kedua, Orang yang memiliki isteri yang cantik tetapi dia lebih memilih untuk shalat (berdoa ) di tengah malam, maka Allah akan berfirman "ia menundukkan syahwatnya dan memilih untuk berzikir kepada-Ku padahal ia berkesempatan untuk menikmati tempat tidur yang indah.
📌 Ketiga, Orang yang dalam pejalanan dan ia membawa sanggurdi, tetapi dia memilih tidak tidur, lalu ia tidur sebentar kemudian bangun pada bagian akhir malamnya dengan penuh kegembiraan “ (HR.Thabrani )
Thariq bin Shihab berkata “Aku mendatangi Salman Al Farisi dan berkata, ‘ Aku melihat bagaimana caranya melakukan qiyamul lail. Dia tidur sampai sepertiga malam kemudian ia melakukan qiyamul lail dua pertiga malam sisanya.”
Wallahu 'alam
No comments:
Post a Comment