Search This Blog

Sunday, January 10, 2016

Jangan Bangga Diri

Ada 4 pria brbicara ttg amal ibadah mereka & kesuksesan yg didapat.

Pria 1 : Alhamdulillah, sejak sering shalat dhuha rejeki menjadi lancar. Bisnis sukses sebentar lagi anak saya lulus SMU rencananya akan sekolah ke luar negeri.

Pria 2 : Bukan main, hebat sekali, sejak naik haji/umroh ibadahku smakin rajin, Alhamdulillah anak juga sukses, rumahnya harganya milyaran, aset bertambah, orang tua sangat bangga, berkat doa saya.

Pria 3 : Masya Allah sungguh nikmat tak terkira sejak rajin puasa dan brsedekah rezeki bagaikan sungai mengalir tdk ada putus2nya, Anak baru slsai kuliah diluar negeri dan jadi staff khusus mentri.

Ketiga pria tersebut kemudian melirik ke arah pria ke-4 sejak tadi hanya terdiam. Salah satu brtanya kepada pria 4. “Bagaimana dirimu Kawan, mengapa diam saja?”.

Pria 4 : Saya tidak sehebat kalian, jangankan kesuksesan bahkan saya tidak tahu ibadah yg saya lakukan diterima oleh Allah SWT atau tidak.?

"Saya tahu ibadah diterima dan sukses tdknya setelah saya meninggal nanti, Jadi saya merasa belum bisa menceritakan ibadah yg saya lakukan dan balasan yg Allah berikan kpd saya.".          
 Jangan bersandar pada amal. Sebab dari ketertipuan ini adalah sikap bersandar kpd amal secara berlebih. Ini akan melahirkan kepuasan, kebanggaan, dan akhlak buruk kepada Allah Ta’ala.

Orang yg melakukan amal ibadah tdk tahu apakah amalnya diterima atau tdk. Mereka tdk tahu betapa besar dosa dan maksiatnya, juga mereka tdk tahu apakah amalnya bernilai keikhlasan atau tidak.

Oleh karena itu,mereka dianjurkan utk meminta Rahmat Allah dn selalu mengucapkan istighfar karena Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah : "Sungguh amal seseorg takkan memasuknnya ke dalam surga."

Mrka bertanya, "Tidak pula engkau ya Rasulullah?"
Beliau mnjawab,"Tidak pula saya. Hanya saja Allah meliputiku dgn karunia dn Rahmat-Nya.Karenanya brlakulah benar (beramal ssuai dg sunnah ) dn brlakulah sedang (tdk berlebihan dlm ibadah dn tidak kendor atau lemah)". (HR. Bukhari dan Muslim)

Sesungguhnya seseorg tidak akan masuk surga kecuali dgn Rahmat Allah. Dan di antara Rahmat-Nya adalah Dia memberikn Taufiq utk beramal dn Hidayah utk taat kpd-Nya.

Krnanya,kita wajib bersyukur kepada Allah dan merendah diri kepada-Nya. Tidak layak hamba brsandar kpd amalnya.

Seorang hamba tidak pantas membanggakan amal ibadahnya yg se-olah2 bisa terlaksana karena pilihan dan usahanya semata, apalagi ada perasaan tlah memberikan kebaikan utk Allah.

Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan amal ibadah hamba2-Nya,Dia Maha Kaya, tidak butuh kepada makhluk-Nya. Wallahu Ta'ala A'lam.

Baaraka Allah fiikum.

No comments: